Pernah denger kan istilah bahwa anak-anak merupakan generasi penerus suatu bangsa dan negara, namun bagaimana jika perkembangan anak tidak sesuai dengan apa yang kita harapkan. Apalagi dengan berkembangkanya teknologi informasi, selain itu perkembangan teknologi game kini ikut andil dalam memberikan pengaruhnya terhadap perkembangan dunia anak-anak.
Teknologi game memang terus berkembang, dulu kebanyakan orang menganggap bahwa game console seperti Playstation, XBOX & Nintendo Game sarana terbaik untuk bermain game. Seiring dengan kemajuan teknologi, kini game komputer telah berkembang ke arah Network Multimedia Game, dimana banyak pemain dari lokasi yang saling berjauhan berinteraksi satu sama lain secara real time dalam satu jaringan komputer, misalnya Counter Strike sebuah game 3D multiplayer yang mengambil tema simulasi taktik pertempuran yang terinspirasi dari pertemuran antara teroris dengan polisi.


Dampak Positif dan Negatif Teknologi Game Terhadap Anak
Dampak Positif
- Anak- anak dapat menggunakan perangkat lunak, pengetahuan dasar tentang teknologi game.
- Membuat anak semakin terhibur.
- Dapat menambah link pertemanan, karena mereka akan berinteraksi dengan orang-orang di luar rumah ketika mereka harus bermain game secara online di warnet.
- Banyak game edukasi yang bisa merangsang perkembangan otak anak.
- Game membantu melatih konsentrasi dan imajinas
Dampak Negatif
- Anak-anak bisa kecanduan terhadap games, terutama game online.
- Game terlalu berlebihan dapat menggantikan kegiatan fisik dan memengaruhi perkembangan mental anak-anak.
- Lupa waktu bila keasyikan bermain game.
- Mengurangi sifat sosial dengan orang tua, karena lebih sering bermain game daripada berkumpul dengan keluarga.
- Kemungkinan besar tanpa sepengetahuan orangtua, anak ‘mengkonsumsi’ games yang menonjolkan unsur-unsur seperti kekerasan dan agresivitas. Banyak pakar pendidikan mensinyalir bahwa games beraroma kekerasan dan agresi ini adalah pemicu munculnya perilaku-perilaku agresif dan sadistis pada diri anak.

Tentunya mencegah lebih baik daripada mengobati, game yang memiliki sifat candu dapat membuat anak-anak yang seharusnya bisa menempatkan antara waktu belajar dengan bermain tidak dapat memenej waktu mereka, tentunya orang berperan penting terhadap perkembangan anak baik di dalam rumah maupun di luat rumah.
Ada beberapa hal yang harus dilakukan orang tua, diantaranya :
- Orang tua bekerja keras dalam memantau perkembangan dan perilaku anak.
- Menjalin komunikasi informal pada anak agar seorang anak tersebut bisa terbuka pada orang tua, sehingga orang tua bisa memberikan pendidikan pada seorang anak akan dampak negatif dari games.
- Untuk para orang tua belajarlah tentang games edukasi dan memperkenalkannya kepada orang tua, mana yang cocok dan mana yang tidak cocok games untuk anak.
- Orang tua harus memberikan waktu khusus untuk bermain game, dan beri ketegasan pada anak tersebut untuk tidak bermain di luar waktu yang sudah disepakati.
- Memberikan perhatian dan mendampingi mereka. Terutama kebiasaan nge-game pada anak usia di bawah lima tahun. Hal yang paling di anjurkan terhadap orang tua adalah sebaiknya mereka menyediakan fasilitas game untuk anak mereka di rumah agar kita bisa memonitor mereka
Emang penting banget euuyy peran orang tua, dalam perkembangan tekhnologi orang tua harus mengerem dan juga menjaga agar anaknya tidak kecanduan dalam bidang internet. Walaupun banyak manfaatnya tetapi kita juga harus tau bagaimana negatifnya.
BalasHapusSemoga artikelnya dapat bermanfaat yahh :)